Malam ini aku buat berbeda. Aku merasa waktu 24 jam itu tidaklah cukup. Maka akupun memanfaatkan teknologi.
Mesin cuci...
Mesin ini amatlah membantuku akhir2 ini. Keputusan kami (maksudnya adalah aku dan adik perempuanku) memanglah tepat. Menyisihkan lebih dari sebagian gaji pertama kami untuk membeli mesin tersebut. Maka, aku pun mulai rajin mencuci pakaian, termasuk malam ini.
Oh mesin tetaplah mesin. Aku harus tetap menjaganya tetap beroperasi sesuai keinginanku. Dan tetaplah mesin, karena aku pula yang memutarnya. Butuh waktu sekitar 2 jam lamanya bagiku untuk menunggu mesin tersebut. Tapi, inilah manfaatnya mesin, tentu saja dinamai mesin karena mampu membantu mempermudah apa yang aku kerjakan. Sebagian waktuku untuk memutarnya aku bisa mengerjakan hal lain, termasuk menonton rapat hingga malam ini di televisi.
Profesional, itulah kata yang diharapkan menunjukkan kelayakan seseorang berperan. Dukungan jiwa untuk profesional diperlukan untuk menunjang jabatan. Kurang lebih dua bulan ini siaran televisi jadi berpusat pada panitia khusus ini. Inikah yang dinamakan profesional? melakukan rapat hingga larut bahkan juga hingga dini hari. Tapi inilah penghargaan bagi para perwakilan rakyat tersebut. Maka nilai profesinalisme tersebut dihargai dengan gaji yang cukup besar dan tentunya fasilitas yang menunjang.
Berbeda dengan era sebelumnya, mereka hanya duduk, rapat pun sepertinya absen ataupun hadir dengan mata lelah dan kantuk. Tapi kini berbeda, mereka tentu saja generasi berbeda, generasi yang menjunjung profesionalisme.
Beralih dari rapat yang aku simak sambil menunggu mesin itu berjalan, aku lihat cuaca di luar sana. Malam yang indah, karena tak kusangka sore ini tak sedikitpun hujan melanda. Hujan baru tiba. Aku baru merasa dingin. Tahukah ini tak baik untukku?
Sepertinya rasa kantuk yang biasanya menimpa para perwakilan rakyat itu malam ini menimpaku. Aku sepertinya akan tidur nyenyak setelah menulis ini. Tentu saja setelah aku matikan mesin itu terlebih dahulu. Menunggu hari esok yang diharapkan secerah hari ini. Meski malam ini pastinya harus lebih indah daripada malam yang lalu.
Karena malam ini, aku rapat hingga malam, dengannya. Meski hanya di dunia maya, namun dia ada di dunia dhyah!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar